Keluarga dari Desa Dateng ke Jakarta? Ajak Wisata Jakarta Ini

Jakarta sebagai ibukota Indonesia memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Banyak masyarakat dari luar kota maupun luar pulau datang ke Jakarta untuk mengadu nasib. Beberapa dari mereka dapat bertahan menghadapi kerasnya ibukota. Bagi mereka, sangatlah bangga jika dapat mengundang sanak saudara ke ibukota untuk melihat kehidupan mereka disana. Namun, tidak hanya pusat perbelanjaan saja yang bisa didatangi. Bagi sebagian orang mungkin bingung untuk mencari tempat wisata di Jakarta. Tempat liburan tersebut bisa dibandingkan dengan beberapa kota lainnya yang tidak memiliki tempat seperti di Jakarta atau tidak sebaik di Jakarta. Berikut adalah contoh tempat wisata yang bisa dijadikan tempat menjamu sanak saudara dari desa mulai dari pagi hari hingga malam.

Pagi Hari

Mulai dari pagi hari dimana saatna untuk membangkitkan semangat untuk memulai dan menjalankan hari. Saat pagi hari, anda bisa mengajak sanak saudara untuk mengikuti acara Car Free-Day yang diadakan di daerah Senayan pada hari minggu. Dengan berolahraga di tengah-tengah kota dan dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi. Opsi lainnya adalah dengan mengajak mereka bermain di kolam renang besar yang ada di Jakarta, seperti di Atlantis atau Pantai Indah Kapuk.

Siang Hari

Mengingat suhu Jakarta yang sangat panas pada siang hari, sebaiknya anda mengajak mereka ke dalam ruangan. Menjelang siang hari, anda bisa mengajak sanak saudara untuk berjalan jalan ke berbagai pertunjukan atau atraksi yang ada di Jakarta, seperti museum, Monas, Ancol, atau Sea World.

Malam Hari

Pada malam hari, Jakarta memiliki erbagai wisata kuliner yang tersebar di berbagai titik kota. UNtuk menutup hari yang indah bersama keluarga, anda bisa menjamunya dengan berbagai kulinericonic Jakarta, seperti Nasi Goreng Kebun Sirih, Sate Taichan, Sate Pangpol, Gultik atau yang biasa disebut dengan Gulai Tikungan.

Jakarta sebagai ibukota Indonesia memiliki masyarakat yang beragam dan heterogen. Hal ini disebabkan banyaknya warga Indonesia dari luar kota yang ingin mengadu nasib di Jakarta. Hal tersebutlah yang membuat Jakarta menjadi besar, perbedaan dan heteroginitas akan menjadikan Jakarta menjadi kota yang besar.